BIREUEN, 30 Januari 2026 – Akademi Kebidanan (Akbid) Munawarrah terus berkomitmen meningkatkan kualitas lulusannya melalui penguatan keterampilan klinis sejak dini. Bertempat di Laboratorium Terpadu, mahasiswa Semester I (Tingkat I) melaksanakan praktikum penting yaitu teknik pemasangan infus pada hari Jum’at, 30 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Keterampilan Dasar Kebidanan (KDK) yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemahiran teknis medis dasar sebelum nantinya terjun ke lahan praktik di rumah sakit atau puskesmas.
Fokus pada Presisi dan Sterilitas
Meski baru menginjak semester pertama, para mahasiswa menunjukkan profesionalisme yang tinggi. Di bawah pengawasan ketat dosen instruktur, mahasiswa belajar memahami anatomi vena, menjaga sterilitas alat, hingga melakukan teknik penusukan yang efisien untuk meminimalkan rasa sakit pada pasien.
“Praktikum pada tanggal 30 Januari ini menjadi tonggak penting bagi mahasiswa tingkat satu. Kami menekankan bahwa setiap prosedur, sekecil apa pun, harus dilakukan berdasarkan SOP yang ketat demi keselamatan pasien,” jelas dosen pengampu di sela-sela kegiatan.
Membangun Mentalitas Tenaga Kesehatan
Selain aspek teknis, praktikum ini juga melatih mentalitas mahasiswa dalam menghadapi situasi klinis yang nyata. Penggunaan alat peraga (manekin) yang mutakhir di Akbid Munawarrah membantu mahasiswa mendapatkan gambaran yang mendekati kondisi asli di lapangan.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus evaluasi dalam praktikum ini meliputi:
-
Ketepatan pemilihan ukuran jarum (abocath).
-
Kecepatan dan ketepatan alur cairan infus.
-
Penerapan komunikasi terapeutik agar pasien merasa tenang saat tindakan dilakukan.
Dengan terlaksananya praktikum ini, diharapkan mahasiswa Akbid Munawarrah semakin siap dan percaya diri dalam mengemban tugas sebagai calon bidan profesional yang tangguh dan terampil.
Saksikan dokumentasi lengkap proses belajar dan hasil praktikum mahasiswa tingkat I pada video di bawah ini:
